Minggu, 15 November 2020

Analisis kata

Lokasi pengambilan gambar di jeruju waktu pengambilan gambar minggu 15 november 2020 pukul 20:03 wib, analisis pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing yakni clean wash laundry dan one day service menurut PUEBI kata tersebut kurang tepat sebaiknya diganti dengan kata mencuci cucian bersih dan pelayanan satu hari, jika ingin menggunakan bahasa asing sebaiknya tulisan dimiringkan


lokasi pengambilan gambar jalan tebu waktu pengambilan gambar minggu 15 november 2020 pukul 19:40 wib analisis pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing yakni cell menurut PUEBI kata cell kurang tepat sebaiknya diganti dengan kata jaringan jika ingin menggunakan bahasa asing sebaiknya tulisan dimiringkan



lokasi pengambilan gambar jalan ampera kota baru waktu pengambilan gambar minggu 15 november 2020 pukul 17:20 wib analisis pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing yakni laundry menurut PUEBI kata laundry kurang tepat sebaiknya diganti kata cucian jika ingin menggunakan bahasa asing sebaiknya tulisan dimiringkan



lokasi pengambilan gambar jalan ampera kota baru waktu pengambilan gambar minggu 15 november 2020 pukul 16:40 wib analisis pada gambar tersebut terhadap penggunaan bahasa asing yakni cake dan cookies jika ingin menurut PUEBI kurang tepat sebaiknya diganti dengan kue jika ingin menggunakan bahasa asing sebaiknya tulisan dimiringkan


Lokasi pengambilan gambar jalan ampera kota baru waktu pengambilan gambar minggu 15 november 2020 pukul 17:00 wib, analisis pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing yakni all, voucher dan accessories menurut PUEBI kata tersebut kurang tepat sebaiknya diganti dengan semua, token dan aksesoris, jika ingin menggunakan bahasa asing sebaiknya tulisan dimiringkan



Sabtu, 07 November 2020

100 kosakata bahasa ibu (melayu)

 1. Mandek = Mandi

2. Berunyak = Marah

3. Pinggan = Piring

4. Kerudong = Jilbab

5. Telok = Telur

6. Centong = Gayung

7. Tepelecok = Keseleo

8. Kesinun = Kesana

9. Suduk = Sendok

10. Kitak = Kalian

11. Bujor = Lurus

12. Masin = Pelit

13. Kecut = Asam

14. Tesungkam = Tersungkur

15. Usah = Jangan

16. Kerayak = Terkejut

17. Idup = Hidup

18. Belangak = Panci

19. Cawan = Gelas

20. Sian = Situ

21. Pemantik = Korek

22. Seloar = Celana

23. Angsum = Pakai

24. Horden = Tirai

25. Suah = Pernah

26. Melas = Kasian

27. Oto = Mobil

28. Kabarek = Kabari

29. Sawan = Kaget

30. Ampal = Bodoh

31. Saor = Sahur

32. Andok = Handuk

33. Ngebel = Menelpon

34. Ancor = Hancur

35. Jahat = Jelek

36. Sitok = Sini

37. Bubor = Bubur

38. Telajoh = Jahat

39. Burok = Buruk

40. Ndiat = Lihat

41. Ngelandau = Kesiangan

42. Gigel = Menggigil

43. Suroh = Suruh

44. Sarok = Memasang

45. Degel = Nakal

46. Masin = Pelit

47. Silok = Arwana

48. Kalui = Gurame

49. Kuring = Kurus

50. Gemok = Gemuk

51. Geteng = Sebatang

52. Ateng = Sok tau

53. Kancai = Rusak

54. Kulat = Jamur

55. Cabek = Cabai

56. Gebor = Kebesaran

57. Maok = Mau

58. Dudi = Terakhir

59. Dolok = Dahulu

60. Kemane = Kemana

61. Kelak = Nanti

62. Ujan = Hujan

63. Mulak = Bohong

64. Aek = Air

65. Dudok = Duduk

66. Sotoy = Sok Tahu

67. Sukor = Sukur

68. Padah = Bilang

69. Lejuk = Bosan

70. Tulah = Durhaka

71. Melesat = Tercampak

72. Kecoh = Ribut

73. Kedip = Kelilipan

74. Kau = Kamu

75. Mian = Gitu

76. Bedabol = Berbicara

77. Lawang = Pintu

78. Inyan = Itu

79. Mian = Gitu

80. Nyebor = Terjun

81. Sape : Siapa

82. Leteh = Capek

83. Melas = Kasihan

84. Merati = Melihat

85. Balak = Pandai

86. Jaoh = Jauh

87. Luan = Depan

88. Beleming = Berminyak

89. Duit = Uang

90. Perau = Sampan

91. Klotok = Kapal

92. Sedeng = Tidak Waras

93. Maweng = Gila

94. Mesen : Mesin

95. Begarok : Bergaruk

96. Bebal : Susah

97. Belacan : Terasi

98. Lekong : Banci

99. Alus : Kecil

100. Keruk : Terbahak-bahak























     Saya mengerjakan tugas ini dengan senang hati karna ini merupakan bahasa yang setiap hari saya gunakan segingga tidak sulit utuk menuliskan sebanyak 100 kata tersebut. Melestarikan bahasa daerah merupakan suatu bentuk cinta terhadap tanah air. Meskipun tidak dipungkiri di era yang serba digital seperti saat ini kita dituntut untuk memahami bahasa internasional namun jangan sampai budaya sendiri terlupakan terutama bahasa nasional yakni bahasa Indonesia. Indonesia merupakan Negara dengan banyak keberagaman diantaranya suku. Setiap suku memiliki bahasa daerahnya masing masing. Itulah yang di sebut dengan bahasa ibu. Bahasa yang pertama kali kita pelajari sebagai keturunan sebuah suku tertentu. Namun sebagai warga Negara kita juga wajib mencintai bahasa persatuan bahasa nasional. Karna bahasa Indonesia adalah bahasa yang di gunakan dalam segala aspek kehidupan di Negara kita tercinta ini. Menjaga persatuan dan kesatuan diantaranya ialah dengan mencintai bahasa Indonesia. Tak jarang kita temukan kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki kemiripan dengan salah satu bahasa daerah. Karna bisa jadi kata tersebut awalnya adalah bahasa daerah, namun di perhalus lagi sehingga timbullah perbedaan dalam penyebutan nya.

Senin, 02 November 2020

Aku dan kampungku


 

Aku terdiri dari tiga bersaudara yaitu kakakku raden apriliani sulastri dan aku raden bagaskara dan adikku raden ines Amanda putri. Ayahku bernama raden sudarta dan mama ku bernama ending kusnanik. Kami terlahir dari keluarga yang sederhana. Kami pun hidup dalam sebuah kampung yaitu kec meliau. Disanalah kami tinggal dan dibesarkan. Aku dan keluargaku tinggal di RT09 RW03  Meliau hilir. Meliau sebuah desa yang berstatus sebagai kecamatan. Desa yang terletak di pinggiran sungai Kapuas. Desa tempatku dan keluargaku menjalani keseharian. Tak ada yang istimewa di kampung halamanku ini. Tempat wisata, wahana,taman maupun yang lainnya. Tapi sangat berarti bagi masyarakat setempat. Bagi kami disanalah kami menggantungkan hidup. Di setitik hamparan hasil perjuangan sang pahlawan pangsuma. Pangsuma adalah pahlawan daerah meliau yang andil di desa kala itu. Tak banyak yang orang ketahui tentang sejarah itu. Mungkin hanya sebagian orang tua yang masih hidup kala ini lah yang tahu kebenaran kisah dari pahlawan desa meliau. Sedih memang melihat masyarakat yang sepertinya tidak peduli dengan asal usul tempat tinggalnya. Sama halnya denganku, aku pun tak tahu banyak tentang sejarah itu. Tapi aku bangga karna masyarakat masih memelihara dengan  rapih sejarah itu dengan sebuah makam yang di meliau sendiri di sebut dengan makam pangsuma. Ada raga para pahlawan desa meliau yang disemayamkan di tempat itu. Dan hingga kini tempat itu selalu di perhatikan dan dirawat sebaik mungkin oleh penduduk setempat. Satu lagi yang tak bisa terlewati dari kisah desaku. Orang orang biasa menyebutnya “abu angat”. Sebuah tempat pemakaman yang selalu ramai dikunjungi masyarakat meliau saat hari raya. Disana terdapat sebuah makam raja yang dikenal namanya adalah gusti lekar dan istrinya ratu utin periok. Meskipun tak luas, di desaku terdiri dari beragam suku bangsa dan agama. Masjid masjid yang bangunannya sudah tergolong megah.mayoritas penduduk meliau adalah agama islam. Beberapa fasilitas publik yang disedikan juga tergolong cukup bagus seperti dermaga yang menunjang system distribusi bagi masyarakat meliau. 

Biografi : Guru ngaji tercinta

Nama : Raden Bagaskara Nim : 12001137 Deskripsi Biografi : Guru Ngaji Tercinta Guruku bernama ustadzah Mistiah Spd. I, beliau lahir pada tan...